Video viral yang memperlihatkan seorang anak memainkan water barrier di kawasan Jembatan Kewek (Kleringan) mendapat berbagai komentar di media sosial.
Otoritas terkait memastikan tidak ada sanksi bagi anak-anak tersebut, namun justru memberikan peringatan keras kepada pengendara dewasa yang kerap merusak rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut.
Kasatlantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat menegaskan bahwa aksi anak-anak tersebut tidak membahayakan fungsi utama pembatas jalan.
Berdasarkan pantauan petugas gabungan, water barrier yang dimainkan adalah sisa pembatas yang tidak terpakai, bukan formasi utama pembatas jalan raya.
“Yang perlu digarisbawahi, mereka tidak merusak fasilitas dan rambu atau memindahkan water barrier yang digunakan untuk pembatas jalan utama,” ujar Alvian saat dihubungi pada Senin (12/1/2026).
Pihak kepolisian justru menyoroti perilaku pengendara dewasa yang dinilai lebih memprihatinkan. Dia mengungkapkan fakta lapangan bahwa banyak pengguna jalan dewasa yang sengaja menggeser water barrier utama demi memotong jalan dan menghindari putaran di Stadion Kridosono.
“Ironisnya, orang dewasa justru masih sering melakukan itu (menggeser barrier) agar bisa memotong tanpa memutar. Kami mengimbau orang dewasa seharusnya memberikan contoh, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menyatakan pihaknya telah merespons kejadian tersebut. Semalam petugas telah dikerahkan untuk membenahi posisi water barrier ke tempat semula tanpa tindakan represif.
“Sudah kita betulkan. Namanya anak-anak, tidak perlu terlalu serius, tapi tetap kita edukasi. Prinsipnya kebahagiaan itu mahal, selama tidak merusak fungsi vital,” tutupnya. (*)














