Kota Jogja Bakal Macet Parah, Wali Kota Sarankan Warga ‘Melipir’ ke Kabupaten

0
89
Pengunjung di Malioboro, tempat yang selalu menjadi tujuan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia termasuk wisatawan mancanegara. (zukhronnee muhammad)

Membludaknya wisatawan yang menyerbu Jogja selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) membuat jalanan di dalam kota padat merayap. Melihat situasi ini, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, punya saran khusus buat warga lokal yang ingin tetap liburan tapi malas terjebak macet di pusat kota.

Hasto menyarankan warga Jogja untuk sementara waktu mencari suasana baru dan menghindari titik-titik rawan macet seperti Malioboro atau Gembira Loka Zoo.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan destinasi wisata alam di kabupaten tetangga, seperti Kulon Progo atau Bantul.

“Warga Jogja itu kalau ditanya pas kaya gini, mau ke Malioboro jadi malas, ke kebun binatang juga malas karena macet,” ujar Hasto, Selasa (23/12/2025).

Menurut Hasto, keunggulan DIY adalah potensi wisatanya yang merata dan tidak hanya menumpuk di kota. Ia secara spesifik mengajak warga untuk menikmati udara segar di dataran tinggi sebagai obat jenuh hiruk-pikuk kota.

“Bisa ke Kulon Progo atau Bantul juga bagus. Kalau merasa jenuh ayo naik ke kebun teh ke Girimulyo, ke Kulon Progo juga dekat,” tambahnya.

Saran ini sangat relevan dengan kondisi di lapangan.
Kepadatan Jogja saat ini juga terkonfirmasi dari data perhotelan. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono mencatat okupansi hotel sudah tembus 61 persen per 22 Desember 2025.

Uniknya, tren tahun ini banyak wisatawan yang datang dadakan alias walk-in. Pihaknya sangat optimis target okupansi 80 persen bisa terlampaui dengan mudah.

Di tengah serbuan wisatawan ini, opsi “melipir” ke pinggiran seperti saran Pak Wali menjadi pilihan paling logis bagi warga Jogja untuk tetap bisa healing tanpa harus stres di jalan. (*)