Tak Ingin Kasus ‘Nuthuk’ Terulang, Pemkot Jogja Sebar Nomor Aduan 24 Jam dan Pantau Ketat Pedagang

0
80
Pemasangan daftar harga di warung-warung pedagang sekitar Malioboro oleh wali kota Jogja Hasto Wardoyo. (dok jogjainfo)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tak main-main menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini. Bayang-bayang kasus pedagang yang menaikkan harga alias ‘nuthuk’—yang sempat viral beberapa waktu lalu—menjadi perhatian serius.

Demi menjaga nama baik wajah pariwisata Jogja, pengawasan terhadap pedagang kuliner diperketat dan saluran aduan khusus pun dibuka.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko, menegaskan pihaknya sudah turun tangan langsung ke lapangan.

Sebanyak 100 pedagang kuliner informal, termasuk lesehan dan toko oleh-oleh di selasar Malioboro, kini diwajibkan memajang papan daftar harga (price list) serta stiker identitas resmi.

Langkah ini diambil agar wisatawan tak lagi merasa “dijebak” saat hendak makan atau berbelanja.

“Harapan kami tidak ada lagi kejadian ‘nuthuk’ di momen ini. Wisatawan yang jajan atau beli oleh-oleh harus benar-benar puas. Jangan sampai liburan ini jadi propaganda buruk, justru harus jadi ajang pamer kecantikan pariwisata Jogja,” tegas Wahyu, Rabu (17/12/2025).

Sebagai langkah antisipasi lapis kedua, Pemkot Jogja juga menyiapkan ‘senjata’ baru berupa layanan Asisten Virtual. Wisatawan yang bingung atau menghadapi masalah di lapangan bisa langsung melapor lewat WhatsApp di nomor 0811-3870-1777.

“Layanan ini siaga 24 jam penuh selama seminggu,” ujarnya.

Wahyu menjelaskan, saluran ini tidak hanya untuk komplain, tapi juga bisa jadi pemandu wisata digital. Kanal ini terhubung langsung dengan 9 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga respon penanganannya bisa lebih cepat.

“Silakan tanya apa saja, mau cari hidden gem, tanya sisa kamar hotel, atau mengadu, pasti kami respon. Kami sengaja pakai WA biar gampang, wisatawan nggak perlu ribet download aplikasi lagi,” imbuhnya.

Selain urusan harga dan aduan, kenyamanan suasana kota juga didandani. Lewat program City Beautification, kawasan Jalan Suroto dan Sumbu Filosofis kini tampil beda dengan ornamen Natal serta Tahun Baru.

Suasana bakal makin syahdu dengan kehadiran musisi jalanan terkurasi yang akan pentas rutin di tujuh titik strategis, termasuk di Pos Layanan Wisata Plaza Malioboro dan Pangurakan. (*)