Pemkot Jogja Klaim Rekayasa Kewek Lancar, Ojol Akui Harus Memutar Jauh

0
65
Kendaraan melintas di persimpangan kleringan saat rekayasa arus lalu lintas paska penutupan Jembatan Kewek. (zukhronnee muhammad)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengklaim rekayasa lalu lintas berupa penutupan akses Jembatan Kewek menuju Jalan Malioboro berjalan efektif mengurai kepadatan. Meski demikian, kebijakan ini menuntut adaptasi dari pengguna jalan, khususnya pengemudi ojek daring yang kini harus menempuh rute lebih jauh.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa kekhawatiran akan timbulnya kemacetan panjang akibat penutupan tersebut perlahan mulai terkikis. Berdasarkan evaluasi akhir pekan lalu, skenario yang diterapkan terbukti mampu menjaga kelancaran arus kendaraan.

“Evaluasi lancar. Skenario yang kita buat, meskipun ada banyak kritik, terbukti alhamdulillah lancar, tidak terjadi kemacetan,” tegas Hasto, Senin (15/12/2025).

Senada, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menyebut situasi lalu lintas di seputaran Jembatan Kewek kini jauh lebih kondusif. 

Berdasarkan pemantauan di lapangan hingga pukul 22.00 WIB, tidak ditemukan penumpukan kendaraan yang berarti. Menurutnya, perilaku pengendara mulai menyesuaikan diri dengan mencari perlintasan terdekat selain Malioboro.

Namun, di lapangan, perubahan arus ini dirasakan cukup berdampak pada jarak tempuh. Bony, seorang pengemudi ojek daring, mengungkapkan bahwa pasca-rekayasa persimpangan Kleringan, ia harus memutar lebih jauh saat menerima orderan.

Kondisi ini diperparah dengan ditutupnya akses jalan pintas yang sebelumnya terbuka di pembatas jalan sisi selatan Gereja Kotabaru. Penutupan celah tersebut membuat opsi memotong jalan hilang, sehingga jarak putar kendaraan menjadi semakin panjang.

Kendati harus menempuh jarak ekstra, Bony mengakui bahwa hal ini merupakan bagian dari penyesuaian. Ia pun memaklumi kebijakan tersebut demi keselamatan bersama. 

“Jarak memutarnya lebih jauh. Meski demikian, ini hanya perlu kebiasaan saja. Demi keamanan,” ujarnya. (*)