Hasto Copot Baliho Bergambar Pejabat dan Dirinya, Akan Diganti Materi yang Lebih Bermanfaat

0
81
Salah satu baliho bergambar pejabat yang diturunkan di wilayah Kota Jogja. (humas pemkot jogja)

Pemerintah Kota Jogja mulai menertibkan sampah visual dengan menurunkan baliho bergambar pejabat, termasuk milik instansi sendiri. Langkah ini baru diambil setelah ruang kota dipenuhi atribut visual selama bertahun-tahun.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo turun langsung membersihkan baliho bergambar dirinya di depan Puskesmas Danurejan II pada Minggu (23/11/2025)

Hasto menegaskan komunikasi pemerintah harus berbasis pesan, bukan kultus figur. Ia memerintahkan seluruh baliho dirinya dan wakil wali kota diturunkan.

“Foto saya dibersihkan saja, yang penting pesannya. Kalau hanya menjadi sampah visual untuk apa?” ujarnya.

Ia menyebut ada tujuh titik baliho bergambar dirinya yang akan diganti. Hasto hanya menyebut pemasangan foto pejabat masih wajar pada momen tertentu, tetapi tidak boleh berlebihan.

Di tengah kritik soal estetika kota, Hasto meminta pelaku ekonomi kreatif menyusun ide dan calendar of event Kota Jogja 2026, termasuk potensi kawasan seperti Kotagede. 

Ia menyebut pembersihan baliho merupakan “land clearing” untuk menata ulang kota sebelum masuk tahap penguatan pariwisata, amenitas, dan akses transportasi.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Jogja M. Arief Budiman mendukung kebijakan itu sekaligus mengingatkan bahwa perbaikan wajah kota harus disertai perencanaan yang konsisten. 

Ia menilai promosi tanpa kalender acara yang jelas hanya menambah beban biaya tanpa hasil optimal.

Arief mencontohkan keberhasilan event seperti ARTJOG dan JAFF yang memiliki jadwal tetap dan mampu menarik wisatawan mancanegara. 

Ia menegaskan kalender event yang tertata dapat menjaga stabilitas okupansi hotel serta perputaran ekonomi, asalkan ada sinergi pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha. (*)