Wisatawan Kerap Ditipu Pemandu Wisata di Keraton Jogja, Pengelola Lakukan Penertiban

0
109
Museum Wahanarata, Keraton Yogyakarta masih tutup, petugas sedang bersiap. (zukhronnee muhammad)

Dugaan penipuan berkedok jasa pemandu wisata di sekitar Keraton Yogyakarta mencuat setelah dua wisatawan mengaku disesatkan oknum yang mengatasnamakan pihak Keraton.

Dalam unggahan yang viral di media sosial, korban diarahkan masuk lewat pintu samping, diberi informasi palsu bahwa Keraton tutup, lalu digiring ke museum dan galeri untuk membeli batik maupun kopi dengan paksaan halus.

Kasus pertama menimpa akun TikTok @pakebatiktiaphari pada 31 Agustus 2025. Ia diturunkan ojek daring tak jauh dari Museum Wahanarata dan langsung didatangi pria berbaju batik yang mengaku pemandu resmi.

Oknum itu menyebut Keraton tutup enam bulan untuk renovasi dan menawarkan rute alternatif ke Museum Wahanarata serta galeri lukisan batik bernilai ratusan ribu dengan janji bisa ditukar atau dikembalikan hingga 10 tahun.

Modus serupa dialami akun @dinndinoo pada 4 Januari 2024. Keluarganya diarahkan parkir dekat museum yang sama dan menduga pintu samping sebagai pintu utama.

Setelah menerima tawaran pemandu, mereka hanya dibawa ke museum dan toko batik tanpa masuk area inti Keraton. Mereka akhirnya membeli lukisan sekitar Rp500.000 setelah dijelaskan panjang lebar.

Pihak Keraton Yogyakarta menegaskan para pelaku bukan pemandu resmi.

“Kami minta maaf karena ada pengunjung yang terkena scam. Hal ini sangat kami sesalkan karena memberi citra buruk bagi pariwisata,” ujar Nyi Raden Wedana Noorsundari, Carik Kawedanan Radya Kartiyasa, Rabu (19/11/2025).

Keraton sudah berkoordinasi dengan kelurahan, Penghageng Nityabudaya GKR Bendara, Mantri Pamongpraja, Polsek, dan Koramil untuk menangani kasus ini. Saat ini sanksi masih berupa surat pernyataan, namun dasar hukum untuk penalti lebih tegas sedang dikaji.

Keraton mengimbau wisatawan memeriksa legalitas pemandu. “Silakan bertanya kepada pramuwisata resmi. Cek identitasnya, bahkan bisa difoto kartunya,” tutupnya. (*)