Salat Iduladha Dihelat Khusuk di Alkid, Sebagian Jemaah Khawatir Kehilangan Tradisi Ini di Tahun Mendatang

0
134
Ribuan jemaah melakukan salat iduladha di alun-alun kidul Keraton Yogyakarta. (istimewa)

Kekhawatiran menyelimuti sebagian jemaah yang mengikuti salat Idul Adha di Alun-alun Kidul (Alkid), Jumat (6/6/2025). Isu beredar bahwa ini menjadi salat Id terakhir di lapangan bersejarah tersebut akibat rencana penutupan oleh Keraton Yogyakarta.

Meski Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura GKR Condrokirono menyatakan Keraton “belum ada pemikiran” melarang penggunaan Alkid tahun depan, kata “belum” justru menciptakan ketidakpastian.

“Saya dari kecil salat id disini sama keluarga. Kalau ditutup, kita harus cari lapangan dimana lagi?” keluh Salsabila, warga Suryatmajan yang kecewa dengan kemungkinan penutupan.

Salsabila yang salat id bersama keluarganya mengaku, sebelumnya salat id di Alun-alun Utara karena dekat rumah. Namun, beberapa tahun terakhir, Altar dipagar dan dilarang beraktivitas, sehingga dia dan keluarga memilih salat id di Alkid.

Selain karena lapangan tersebut cukup luas, vibes atau suasana salat id bersama-bersama ribuan jemaah membuat momen salat id jadi lebih istimewa.

Kekhawatiran serupa dirasakan Irfan Firmansyah dari Kampung Ngentak. “Eman-eman, kan vibes salat disini itu ramadhan sekali,” ujarnya sambil membawa teman dari Palembang yang sengaja ingin merasakan salat Id di Alkid.

Dampak ekonomi juga mengancam pedagang. Cahyo, penjual siomay asal Wonosobo, bisa meraup keuntungan Rp1 juta setiap Idul Adha di Alkid. “Saya cuma jualan disini pas salat idul adha, bisa terjual sampai satu juta,” jelasnya.

Namun warga Wonosobo, Jateng tersebut tidak bisa berbuat apa-apa bila larangan salat id di alkid benar-benar dilaksanakan. Dia terpaksa mencari tempat lain untuk berjualan.

“Ya mau gimana lagi, kan alkid ini punya keraton, kita sebagai rakyat tidak bisa apa-apa,” ujarnya.

Isu bermula dari unggahan Facebook Muadz Andhika yang kemudian dihapus. Dia mengaku mendapat informasi dari warga sekitar pada 30 Mei lalu, meski tidak yakin kebenarannya.

Rencana penataan kawasan UNESCO Sumbu Filosofi membayangi masa depan tradisi berusia puluhan tahun ini, menyisakan tanda tanya besar bagi ribuan jemaah setia Alkid. (*)