
Kunjungan pemudik di DIY pada hari ke-13 Operasi Ketupat Progo 2026 di DIY masih sangat tinggi. Data CCTV People Counting Smart Province pada Rabu (25/3/2026) mencatat total 163.717 orang beraktivitas di titik-titik vital, dengan kawasan Malioboro menjadi lokasi terpadat.
Sepanjang hari, Malioboro mencatat 122.439 kunjungan atau sekitar 75 persen dari total pergerakan. Kepadatan tertinggi terjadi saat waktu petang, pukul 17.00–18.00 WIB, mencapai 23.660 orang dalam satu jam.
Sementara itu, arus kedatangan melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) masih lebih tinggi dibanding keberangkatan. Tercatat 4.272 penumpang datang, sedangkan 1.646 orang berangkat.
Kondisi ini menunjukkan arus masuk ke DIY masih berlangsung di masa jeda Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan pihaknya mulai mengantisipasi potensi lonjakan arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada Minggu (29/3/2026).
“Selisih sekitar 235 ribu kendaraan menjadi indikator masih adanya potensi pergerakan keluar yang besar. Namun data ini merupakan traffic counting, sehingga mencakup seluruh kendaraan, termasuk kendaraan lokal,” ujarnya.
Menurut dia, kebijakan Work From Anywhere (WFA) diharapkan dapat membantu menyebar waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada satu hari.
Dishub DIY juga menerapkan penanganan berbeda di tiap perbatasan. Di Prambanan, fokus diarahkan pada kelancaran arus keluar melalui optimalisasi simpang dan penertiban parkir liar.
Sementara di Tempel, pengaturan lalu lintas dilakukan lebih dinamis karena arus masuk dan keluar relatif seimbang.
Untuk kawasan wisata seperti Malioboro, Kaliurang, dan Parangtritis, disiapkan kantong parkir terpusat, layanan shuttle, serta rekayasa lalu lintas situasional.
“Masyarakat kami imbau mengatur waktu kunjungan dan memanfaatkan angkutan umum untuk mengurangi kepadatan,” kata Erni.
Optimalisasi juga dilakukan di Terminal Giwangan dan Stasiun Tugu melalui penambahan armada, peningkatan frekuensi perjalanan, serta ramp check guna memastikan keselamatan penumpang selama puncak arus balik. (*)













