Kelok 23 Ditutup, Sejumlah Pembenahan Diselesaikan 2027

0
1
Penampakan Kelok 23 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bantul dan Gunungkidul. (dok humas jogja)

Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) segmen Kretek–Girijati atau Kelok 23 belum dibuka penuh untuk umum. Sejumlah pembenahan infrastruktur dan fasilitas keselamatan masih harus diselesaikan, dengan target penuntasan pada 2027.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan target tersebut mengacu pada informasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

“Berdasarkan informasi dari BBPJN, secara umum penyelesaian pembangunan ruas Jalan Kretek–Girijati atau Kelok 23 diharapkan dapat dituntaskan pada tahun 2027,” ujar Erni, Senin (12/10/2026).

Penutupan akses secara penuh juga mempertimbangkan risiko kecelakaan. Selama uji coba, sejumlah pengendara kedapatan berhenti dan memarkir kendaraan di bahu jalan, tepi tebing, hingga bukit demi berswafoto dan menikmati pemandangan.

Pedagang dadakan di tepi jalan turut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, pelebaran jalan di ujung Girijati menuju sambungan JJLS masih berlangsung. Simpang Empat Kretek juga kerap mengalami kemacetan parah hingga pergerakan kendaraan saling mengunci (gridlock).

Pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), penambahan rambu dan pagar pengaman (guard rail), serta pembenahan drainase menjadi bagian dari pekerjaan yang perlu diselesaikan.

BBPJN juga menjadwalkan pembangunan tempat istirahat (rest area) pada awal 2027. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat aman bagi pengunjung untuk menikmati panorama tanpa berhenti sembarangan di tikungan atau turunan.

Selama masa penutupan, pengaturan dan evaluasi infrastruktur berada di bawah kewenangan BBPJN. Uji coba lanjutan, jika dilakukan, akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama sebelum Kelok 23 dibuka penuh untuk umum. (*)