Kampanyekan Konsumsi Ayam dan Telur, PINSAR Gelar Chicken & Egg Run Berhadiah Mobil

0
3
Pre-launch Chicken and Egg Run di Silol Kopi Eatery, Kotabaru, Yogyakarta. (Zukhronnee muhammad)

Ajang lari nasional Chicken & Egg Run 2026 menargetkan 3.500 peserta dan diproyeksikan menarik hingga 7.000 pengunjung ke kawasan Malioboro, Yogyakarta. Selain mengajak masyarakat hidup sehat, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye peningkatan konsumsi ayam dan telur sebagai sumber protein hewani untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga dan penanganan stunting.

Ketua PINSAR Indonesia, Singgih Januratmoko, mengatakan Chicken & Egg Run 2026 merupakan bentuk apresiasi sekaligus solidaritas peternak perunggasan di seluruh Indonesia yang digelar melalui patungan para peternak.

“Ini merupakan program dan apresiasi terbesar yang pernah kita gelar di PINSAR. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengkampanyekan pentingnya mengonsumsi ayam dan telur sebagai sumber protein hewani yang paling terjangkau untuk pemenuhan gizi keluarga serta penanganan stunting,” ujar Singgih pada Sabtu (26/9/2026).

Chicken & Egg Run 2026 digelar Asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) pada 18 Oktober 2026 di Benteng Vredeburg, kawasan Malioboro, Yogyakarta. Mengusung tema “Dari Peternak Kita Bergerak”, kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional peningkatan konsumsi protein hewani sekaligus upaya menggerakkan ekonomi lokal.

Singgih menyoroti konsumsi ayam dan telur di Indonesia yang masih rendah dibandingkan negara tetangga. Konsumsi daging ayam di Indonesia saat ini berkisar 12–13 kilogram per kapita per tahun, sedangkan Malaysia mencapai 24–36 kilogram per kapita per tahun.

Padahal, menurut Singgih, harga telur dan daging ayam relatif murah dan terjangkau dibandingkan produk olahan lainnya maupun kebutuhan nonpangan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Chicken & Egg Run 2026, Candra Paku Rahman, menjelaskan olahraga lari dipilih karena telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang selaras dengan pemenuhan kebutuhan protein.

“Pelari dan masyarakat aktif tentu membutuhkan asupan protein tinggi yang bisa didapat secara efektif dari ayam dan telur. Target peserta lari kita tetapkan sebanyak 3.500 pelari, namun total pengunjung puncak acara diproyeksikan mencapai 5.000 hingga 7.000 orang karena dipadukan dengan pesta rakyat serta kolaborasi bersama Pasar Kangen,” jelas Candra.

Lomba lari ini menyediakan tiga kategori lintasan, yakni 5K dengan biaya pendaftaran Rp150.000 per orang, 10K sebesar Rp200.000 per orang, dan 2,5K Family Run sebesar Rp250.000 per orang.

Panitia juga menyediakan promo pendaftaran grup bertajuk “Khusus Ramean”. Setiap pendaftaran 10 anggota akan mendapatkan satu tiket gratis dan berlaku kelipatan.

Setiap peserta akan memperoleh racepack berupa jersey, BIB, dan medali finisher. Panitia juga menyiapkan hadiah utama satu unit mobil BYD Atto 1, hadiah podium dengan total Rp14 juta untuk 13 pemenang, serta puluhan hadiah undian berupa barang elektronik.

Hadiah undian tersebut antara lain TV LED Sharp, tablet Samsung, kulkas, mesin cuci, hingga air fryer.

Rangkaian peringatan Hari Ayam & Telur Nasional (HATN) ini telah berlangsung sejak September 2026. Sejumlah kegiatan yang digelar meliputi edukasi dan sosialisasi peternakan kepada anak-anak SD dan TK, workshop kesehatan hewan di Universitas Gadjah Mada (UGM), serta workshop perunggasan bersama BUMN Berdikari.

Selain membawa misi edukasi gizi dan kesehatan, Chicken & Egg Run 2026 diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi Yogyakarta. Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah diproyeksikan menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Daerah Istimewa Yogyakarta. (*)