Puluhan siswa dan seorang guru dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Sleman, mengalami pusing, mual, muntah hingga sakit perut setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9/2026).
Puskesmas Turi mencatat sedikitnya 45 orang mendapat penanganan kesehatan. Mereka berasal dari SMP Negeri 3 Turi, SMK Muhammadiyah 1 Turi, dan SD Muhammadiyah Balerante.
Salah seorang ibu siswa, Rini, mengatakan kedua anak kembarnya mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG dari sekolah. Ia menyebut anaknya mengeluhkan pusing dan mual setelah menyantap olahan daging yang dinilai berbau amis dan memiliki rasa tidak biasa.
“Katanya daging, tapi kayak bulat-bulat. Amis. Terus rasa-rasanya pengar,” jelasnya.
Rini berharap program MBG dievaluasi. Ia bahkan meminta program dihentikan jika terbukti membahayakan anak-anak.
“Mbok sudah diberhentikan saja. Wong semiskin-miskinnya orang tua masih kuat memberi makan anak,” katanya.
Kepala Puskesmas Turi, Diah Arum Ratnaningtyas, membenarkan adanya puluhan siswa yang datang dengan keluhan serupa.
“Keluhannya hampir sama memang pusing, mual, muntah, sakit perut,” jelasnya.
Menu MBG yang dikonsumsi terdiri atas nasi putih, bola-bola daging, edamame, semangka, serta tumis kol dan wortel.
Puskesmas Turi telah mengamankan sampel makanan dari sekolah dan SPPG pemasok MBG. Sampel tersebut dikirim melalui Dinas Kesehatan untuk diperiksa di laboratorium.
“Sudah kita amankan untuk sampelnya. Nanti sedang proses untuk pengiriman ke laboratorium untuk kita cek sampel makanannya,” paparnya.
Panewu Anom Turi Muh. Yunan Nurtrianto mengatakan pihaknya masih memantau kondisi sekolah penerima MBG dari SPPG.
Seluruh siswa yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang dan diminta tetap dipantau keluarga. (*)

















