KAI Bandara Dorong Kemandirian Difabel Lewat Program “Teman Istimewa”

0
3
Petugas membantu penumpang difable saat berada di Stasiun Kereta Api. (Istimewa)

KAI Bandara menggandeng Komunitas Difabelzone untuk mengenalkan penggunaan transportasi publik sekaligus membuka ruang bagi peserta difabel memamerkan karya batik mereka. Kegiatan ini menjadi bagian dari program “KAI Bandara Bersama Teman Istimewa”.

“KAI Bandara percaya bahwa transportasi publik bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga tentang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan mandiri,” terang ujar Manajer Komunikasi Perusahaan KAI Bandara, Ayep Hanapi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (27/8/2026).

“Melalui program KAI Bandara Bersama Teman Istimewa, kami ingin memperkenalkan layanan KA YIA PSO sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada teman-teman Difabelzone mengenai bagaimana menggunakan layanan kereta api,” lanjutnya.

Kegiatan “KAI Bandara Bersama Teman Istimewa” digelar Kamis (27/8/2026) dengan melibatkan peserta Difabelzone berusia 10 hingga 40 tahun. Mereka mendapat edukasi mengenai layanan KA Bandara YIA PSO, tata cara menggunakan kereta api, fasilitas stasiun, serta prosedur keselamatan selama berada di stasiun hingga perjalanan.

Para peserta juga berkesempatan merasakan langsung layanan KA Bandara YIA PSO. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta lebih percaya diri dan mandiri ketika menggunakan transportasi publik.

Tak berhenti pada edukasi perjalanan, KAI Bandara memberikan ruang kepada Difabelzone untuk memperkenalkan batik hasil karya peserta kepada penumpang di area tunggu keberangkatan Stasiun YIA. Karya tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan kreativitas dan potensi peserta difabel kepada masyarakat.

KAI Bandara juga memberikan dukungan berupa alat membatik kepada komunitas tersebut. Bantuan itu diharapkan menunjang keberlanjutan kegiatan membatik sehingga peserta dapat terus mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Pendiri Komunitas Difabelzone, Lidwina Wuri, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman menggunakan transportasi publik, tetapi juga mendorong peserta lebih percaya diri beraktivitas di ruang publik.

“Kami sangat berterima kasih kepada KAI Bandara atas kesempatan dan dukungan yang diberikan kepada Difabelzone. Bagi peserta, kegiatan ini bukan hanya tentang belajar menggunakan kereta api, tetapi juga menjadi pengalaman untuk lebih percaya diri beraktivitas di ruang publik,” ujar Lidwina.

“Kami juga sangat mengapresiasi dukungan alat membatik karena dapat membantu teman-teman mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bisa diperkenalkan kepada masyarakat,” imbuhnya.

KAI Bandara berharap kolaborasi dengan Difabelzone dapat terus berkembang untuk menciptakan transportasi publik yang semakin inklusif dan ramah bagi seluruh masyarakat.

Melalui program “KAI Bandara Bersama Teman Istimewa”, KAI Bandara juga ingin membangun konektivitas sosial dengan memberikan ruang bagi kelompok difabel untuk belajar, berkarya, dan berkembang. (*)