RSUP Dr. Sardjito dan FK-KMK UGM akan melakukan klarifikasi bersama terhadap dugaan komentar tak berempati seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang viral di media sosial.
Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan perempuan yang menjadi sorotan tersebut bukan pegawai RSUP Dr Sardjito, melainkan peserta didik PPDS.
“Dia murni peserta didik, bukan pegawai RSUP Dr. Sardjito,” kata Banu, Rabu (5/8/2026).
Banu mengatakan Sardjito mengetahui unggahan tersebut setelah mendapat masukan dari masyarakat. Namun, rumah sakit memilih tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh konteks unggahan diklarifikasi.
“Kita tidak melihat potongan-potongan, tapi akan melihat seperti apa sesungguhnya unggahan dari yang bersangkutan,” ujarnya.
Klarifikasi akan dilakukan melalui Tim Pendidikan Bermartabat, yang beranggotakan unsur Sardjito dan FK-KMK UGM. Tim tersebut akan meminta keterangan dari peserta PPDS yang bersangkutan.
Banu menyebut koordinasi awal dengan FK-KMK UGM telah dilakukan secara lisan. Namun, karena masing-masing pihak masih terikat agenda hingga Rabu sore, klarifikasi dijadwalkan berlangsung Kamis (6/8/2026).
Ia menegaskan, peserta PPDS tidak selalu menjalani pendidikan klinik di Sardjito. Mereka juga dapat ditempatkan di rumah sakit jejaring.
“Karena ini peserta didik, kami akan lakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini supaya lebih proporsional dan objektif,” katanya.
Banu menambahkan Sardjito bersama FK-KMK UGM berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan dan pelayanan yang aman, profesional, serta menghormati setiap pasien.
“Dengan adanya unggahan seperti ini kami cukup kaget. Namun, kami tidak bisa menjustifikasi seperti apa kondisi itu sehingga akan melakukan klarifikasi bersama terlebih dahulu,” ujarnya. (*)













