
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian persoalan hukum Stadion Mandala Krida melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Langkah tersebut diharapkan membuka jalan bagi penyempurnaan infrastruktur stadion sehingga PSIM Yogyakarta dapat kembali bermarkas di kandangnya sendiri.
“Tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah, nanti ada beberapa isu dengan KPK agar kita tahu seperti apa solusinya,” kata Erick Thohir di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Erick mengatakan, salah satu kebutuhan paling mendesak adalah pembangunan lampu stadion yang menjadi syarat utama penyelenggaraan pertandingan malam sesuai standar kompetisi nasional.
Namun, pembangunan fasilitas baru harus memiliki dasar hukum yang jelas karena proyek pembangunan Mandala Krida sebelumnya sempat tersangkut perkara korupsi.
“Kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain, paling tidak dasar hukumnya ada. Karena ini sebelumnya ada kasus,” ujarnya.
Menurut Erick, secara fisik Mandala Krida sudah memiliki fasilitas yang memadai untuk menggelar pertandingan sepak bola.
Karena itu, pemerintah pusat akan berperan sebagai fasilitator agar komunikasi antara Pemda DIY dan KPK berjalan lancar sehingga penyempurnaan stadion dapat segera dilaksanakan.
“Stadion Mandala Krida bagus. Agar infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi,” katanya.
Hingga kini PSIM belum dapat menggunakan Mandala Krida sebagai kandang di kompetisi Super League karena stadion belum dilengkapi lampu. Akibatnya, klub kebanggaan masyarakat Yogyakarta itu masih harus menggunakan stadion lain sebagai homebase.
Mandeknya penyelesaian perkara dugaan korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida sebelumnya juga memicu protes suporter PSIM yang tergabung dalam Brajamusti.
Mereka mendesak aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus tersebut karena dinilai menghambat penyempurnaan fasilitas stadion dan merugikan PSIM yang belum bisa kembali bermain di hadapan pendukungnya sendiri. (*)













