Klaim ‘Kolaborasi Warga’ Mentah, Lapak Kopi Viral di Jembatan Kewek Jogja Segera Dibongkar

0
75
Tangkapan layar street coffee yang berjualan di Jembatan Kewek. (istimewa)

Akses jalan Jembatan Kewek yang ditutup demi keamanan dan kelancaran proyek, justru beralih fungsi menjadi tempat nongkrong. Area yang seharusnya steril untuk persiapan perbaikan fasilitas umum ini, belakangan justru ramai oleh lapak street coffee dadakan.

Polemik ini kian memanas setelah pengelola kopi sempat koar-koar di media sosial. Mereka mengunggah narasi bahwa lapak tersebut adalah hasil “kolaborasi dengan warga sekitar”.

Klaim ini sempat bikin netizen Jogja terbelah; ada yang memuji kreativitasnya, tapi banyak juga yang protes karena dianggap membahayakan dan bikin semrawut.

Namun, Pemkot Jogja tak mau ambil pusing dengan drama di media sosial. Bagi pemerintah, aturan mainnya jelas: area itu ditutup untuk material proyek, bukan untuk jualan kopi.

Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, langsung bergerak cepat. Ia menegaskan bahwa izin lisan dari warga tidak bisa mengalahkan fungsi utama ruang publik.

“Meskipun diklaim sudah dapat izin warga, aktivitas di sana tetap melanggar tata guna ruang. Sebelumnya kan enggak ada, itu jalan raya, bukan tempat jualan. Enggak bisa dong, itu mau dipakai naruh material atau tenda proyek,” ujar Hasto santai namun tegas di Balai Kota Jogja, Rabu (24/12/2025).

Hasto memastikan, malam ini juga Satpol PP akan turun tangan. Tiga tenda kafe yang berdiri di sana bakal “tukar nasib” digantikan oleh tenda pos jaga Satpol PP agar tidak ada lagi yang nekat buka lapak.

Di sisi lain, pihak kepolisian juga sudah “gerah” dengan aktivitas ini. Kasat Lantas Polresta Jogja, AKP Alvian Hidayat, menegaskan lapak-lapak itu “nihil izin”.

Menurut AKP Alvian, penutupan ujung traffic light Jembatan Kewek sebenarnya dilakukan sebagai rekayasa lalu lintas demi keamanan. Ironisnya, ruang kosong itu malah dimanfaatkan untuk gelar lapak.

“Upaya patroli sudah kami lakukan, kami juga sudah mengarahkan untuk tidak berjualan di sana,” jelas AKP Alvian.

Karena imbauan persuasif tak mempan, operasi gabungan bersama Satpol PP dan Dishub malam ini menjadi langkah terakhir untuk menertibkan kawasan tersebut. (*)