Kesabaran Warga Jogja Hadapi Wisatawan Adalah Napas bagi UMKM

0
73
Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja yang menjadi icon Yogyakarta sebagai kota pariwisata. (Zukhronnee muhammad)

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY, GKR Bendara, meminta warga Jogja untuk memberikan toleransi lebih terhadap kepadatan wisatawan yang diprediksi mencapai Tujuh juta.

Ia menegaskan bahwa kesabaran warga lokal menghadapi keriuhan akhir tahun adalah bentuk dukungan nyata bagi roda ekonomi rakyat.

“Bagi warga Jogja, mohon sedikit bersabar dengan situasi Nataru. Kita harus sadar bahwa roda ekonomi kita sangat ditopang oleh pariwisata,” ujar GKR Bendara, Rabu (17/12/2025).

Menurutnya, lonjakan wisatawan atau hype akhir tahun bukan sekadar keramaian biasa, melainkan momentum bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendulang rezeki.

Ia mengajak warga melihat kemacetan dari sisi yang lebih manusiawi: bahwa di balik setiap klakson kendaraan, ada produk UMKM lokal yang terjual.

“Anggap saja jika kita bersabar, akan ada UMKM yang laku. Inilah perputaran ekonomi kita,” tambahnya.

Meski meminta warga untuk “ngalah”, GKR Bendara juga memberikan teguran keras bagi wisatawan yang datang.

Ia mengingatkan para pelancong agar tidak menjadi tamu yang abai terhadap aturan dan keselamatan. Ada pesan khusus yang ia garis bawahi: jangan merusak estetika dan ketertiban kota demi konten media sosial.

“Tolong hargai kebudayaan kita. Jangan buang sampah sembarangan dan jangan foto-foto di tengah jalan. Gunakan trotoar, ambil foto di pinggir saja,” tegasnya.

Pernyataan ini merujuk pada fenomena wisatawan yang kerap berkerumun di badan jalan demi berswafoto, yang seringkali membahayakan diri sendiri dan mengganggu arus lalu lintas.

Menutup pesannya, GKR Bendara berharap harmoni antara keramahan tuan rumah dan kesadaran wisatawan tetap terjaga.

“Hargailah budaya kami, jaga kebersihan, dan keselamatan. Selamat menikmati Jogja,” pungkasnya. (*)