Terungkap Biang Keracunan Massal di SMA Teladan, Air Terkontaminasi Bakteri

0
104
SMA N 1 Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Kasus keracunan massal ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta pada Oktober silam akhirnya terungkap. Hasil laboratorium memastikan penyebabnya berasal dari bakteri Escherichia coli (E. coli) yang mencemari bahan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyebut, bakteri itu bersumber dari air yang digunakan mencuci buah dan sayur di dapur katering Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ketika kemarin kita temukan E. coli ada di buah, ada di sayur, berarti memang saya mencurigai air cuciannya terkontaminasi,” kata Hasto usai rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Balai Kota Jogja, Kamis (6/11/2025).

Ia menegaskan, temuan tersebut menjadi bukti adanya kelalaian dalam proses pengolahan makanan. Dinas Kesehatan (Dinkes) pun diminta memeriksa seluruh dapur katering rekanan MBG.

“Sebelum operasional, Dinkes wajib memastikan air di tempat itu bebas dari E. coli,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Hasto meminta penyedia katering tidak main-main dengan kualitas air. Ia merekomendasikan penggunaan air galon atau air perpipaan PDAM yang lebih aman dari kontaminasi.

“Air yang terkonsumsi sebaiknya pakai galon, bebas dari E. coli,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti SPPG Wirobrajan yang diduga menjadi sumber bakteri.

“Dinkes, sebelum operasional cek dulu, terbukti temuan kita E. coli,” tambahnya.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen (Purn) Dadang Hendrayudha, memastikan evaluasi menyeluruh tengah dilakukan terhadap program MBG. Sejumlah SPPG bahkan ditutup sementara.

“Langsung kita tutup dan lakukan evaluasi mendalam. Ini soal tata kelola, termasuk SPPG di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Bakteri E. coli sendiri lazim hidup di usus manusia dan hewan, namun bisa memicu diare, muntah, dan demam bila mengontaminasi makanan atau air yang dikonsumsi. (*)