Hujan Ekstrem Awal Musim, BPBD Minta Masyarakat Jogja Waspadai Banjir

0
116
Hujan mengguyur di salah satu wilayah Kota Jogja. (zukhronnee muhammad)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 11–20 September 2025.

Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Klimatologi D.I. Yogyakarta, curah hujan pada periode tersebut bisa mencapai 150–200 mm per dasarian dan berpotensi memicu banjir kategori menengah di sejumlah wilayah.

Empat daerah yang disebut rawan terdampak adalah Kulon Progo bagian utara dan barat daya, Sleman utara–timur–tengah, Bantul bagian selatan, serta Gunungkidul tenggara.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Nur Hidayat, M.Si., menyebut kondisi ini terjadi karena musim hujan tahun ini diprakirakan datang lebih awal, yakni mulai dasarian I–III Oktober 2025, dengan sifat hujan kategori Atas Normal.

“Puncak musim hujan diprediksi pada Januari–Februari 2026. Masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini agar dampak bencana hidrometeorologi bisa diminimalisir,” ujarnya Kamis (18/9/2025).

BPBD mengimbau warga membersihkan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, memperkuat atap bangunan, serta menghindari aktivitas luar ruang saat hujan deras disertai petir.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi longsor dan menyimpan dokumen penting di tempat aman untuk memudahkan evakuasi bila diperlukan.

Selain itu, relawan Kampung Tangguh Bencana (KTB) dan kelurahan diminta mengaktifkan sistem informasi berbasis warga, menyiapkan titik kumpul darurat, serta segera melaporkan kondisi darurat ke Pusdalop BPBD Kota Yogyakarta. (*)