Jokowi Sindir Politisasi Ijazah di Tengah Hangatnya Reuni Fakultas Kehutanan UGM

0
128
Joko Widodo diantara para alumni Fakultas Kehutanan UGM 1980. (istimewa)

Mantan presiden RI, Joko Widodo, mencuri perhatian dalam Reuni SPIRIT ’80: Guyub, Rukun, Migunani—reuni ke-45 tahun Angkatan 1980 Fakultas Kehutanan UGM—yang digelar Sabtu (26/7/2025) di kampus UGM.

Dalam suasana hangat penuh nostalgia, Jokowi tampil santai namun menohok ketika menanggapi isu keaslian ijazahnya yang kembali mencuat di ruang publik.

“Waktu Pak Arif (salah satu alumni) menyampaikan tentang nostalgia, saya lihat semua senang. Tapi jangan senang dulu, lho. Ijazah saya masih diragukan. Kalau nanti pengadilan menyatakan ijazah saya asli, baru boleh senang-senang,” ujar Jokowi disambut tawa alumni.

Jokowi juga menjelaskan detail perjalanan akademiknya. Ia juga membantah klaim bahwa Ir. Kasmudjo bukan pembimbingnya.

“Beliau bahkan empat kali datang ke pabrik saya bantu soal pengeringan kayu dan masalah insect. Masa dibilang bukan pembimbing saya?” ujarnya.

Menurut Jokowi, isu ijazah palsu tak lepas dari kepentingan politik. “Kalau Rektor dan Dekan sudah bilang asli, mestinya selesai. Tapi ini politik,” sindirnya.

Selain itu, ia mengenang masa kuliah, mulai dari naik ke Gunung Kerinci, Wanagama, hingga konservasi ke Ujung Kulon.

Meski belum sepenuhnya pulih dari sakit, Jokowi tetap hadir.

“Bayangin kalau saya enggak datang. Langsung ramai lagi: Jokowi ke mana?” katanya sambil disambut tawa rekan satu angkatannya.

Reuni ini dihadiri puluhan alumni dari berbagai daerah. Ketua angkatan, Arif Hidayat, menyebut momentum ini sebagai penanda 45 tahun sejak mereka pertama kali menjadi mahasiswa UGM.

Ketua panitia, Johannes, menambahkan bahwa reuni ini jadi ruang memperkuat solidaritas.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran alumni. “Kami merasa terhormat Jokowi bisa hadir. Semoga silaturahmi ini terus hidup dan memberi manfaat bagi bangsa,” tandasnya.(*)