Batik Putra Boko Hadir di Prambanan, Angkat Potensi Lokal

0
32
Pemilik Batik Putra Boko, Anis Suci Fajarwati. (zukhronnee muhammad)

Kawasan wisata Bokoharjo, Prambanan, kini memiliki destinasi belanja baru. Batik Putra Boko, yang merupakan cabang kelima dari manajemen Batik Yudhistira, resmi dibuka pada 1 Desember 2025.

Berlokasi strategis di Jalan Prambanan-Piyungan, toko ini hadir dengan visi menjadi pionir pusat oleh-oleh one-stop service di kawasan yang berdekatan dengan Situs Ratu Boko tersebut.

Pemilik Batik Putra Boko, Anis Suci Fajarwati, mengungkapkan bahwa pendirian toko ini memiliki nilai emosional yang kuat. Dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi yang merupakan peninggalan almarhum ayahnya, Anis ingin bisnis ini membawa berkah bagi warga sekitar.

“Semangatnya kita ingin mengangkat potensi wisata daerah terutama di Bokoharjo. Saya ingin menjadi pionir toko oleh-oleh di daerah Jogohan, mengangkat nilai daerah, serta membawa peluang kerja untuk masyarakat sekitar,” ujar Anis kepada wartawan Senin (1/12/2025).

Komitmen pemberdayaan ini terlihat dari rekrutmen SDM yang memprioritaskan warga lokal. Dari total seratusan pegawai di seluruh cabang bisnisnya, sekitar 50 orang ditempatkan khusus di Batik Putra Boko.

Gandeng 300 UMKM dan Hadirkan Motif Ikonik

Salah satu keunggulan utama gerai ini adalah kolaborasinya dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Anis menyebutkan ada lebih dari 300 UMKM yang terlibat, mulai dari produsen makanan hingga pengrajin konveksi rumahan.

“Kita ingin tumbuh bersama. Alhamdulillah selama 10 tahun berbisnis, mitra UMKM kami berkembang pesat, bahkan ada yang sudah bisa menyekolahkan anak hingga tinggi dan membeli mobil dari hasil kemitraan ini,” tambahnya.

Dari segi produk, Batik Putra Boko menawarkan eksklusivitas melalui Motif Candi Boko. Motif ini merupakan desain orisinal (autentik) yang diproduksi menggunakan teknik cap dan tersedia dalam lima varian warna: hitam, broken white, navy, dan maroon.

Manajer Sales Marketing, Sungkowo Istiningwardoyo (Bowo), menjelaskan bahwa motif ini akan dikombinasikan dengan motif klasik populer.

“Ada tiga dasar motif populer yaitu Kawung, Truntum, dan Parang yang akan kita kolaborasikan dengan motif Putra Boko,” jelas Bowo.

Menyadari tren pasar Gen Z yang kritis dan menyukai konten visual, Batik Putra Boko didesain dengan interior autentik dan nyaman.

Gedung tiga lantai ini dilengkapi fasilitas lift untuk memudahkan pengunjung Lantai 1: Pusat kuliner dan oleh-oleh, termasuk Open Kitchen “Bakpia Jiwa Jogja”. Lantai 2: Busana sehari-hari (daily wear), daster, dan baju anak. Lantai 3: Koleksi premium, batik tulis, dan batik cap eksklusif.

Pembukaan gerai di awal Desember ini merupakan langkah strategis manajemen untuk menyambut momen Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Target kita seharusnya November, tapi karena persiapan visual merchandise, kita maksimalkan buka 1 Desember. Ini momentum puncak (high season) untuk menyerap wisatawan yang lalu lalang di area Prambanan-Boko,” ungkap Bowo.

Anis menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan stok produk 2 hingga 3 kali lipat lebih banyak untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

“Target kita saat high season bisa keluar 3.000 pcs per hari, gabungan antara makanan dan pakaian,” tutup Anis.

Lokasi toko ini juga dinilai sangat prospektif karena berada di dekat rencana pintu keluar (exit) tol, yang diyakini akan semakin mendongkrak perekonomian lokal di masa depan.(*)