Pemda DIY Ingatkan Polisi, Pengamanan Cagar Budaya Jangan Berlebihan

0
2
Petugas kepolisian memasang kawat berduri di sisi selatan kawasan Nol Kilometer, Kota Jogja, saat simulasi pengamanan objek vital, Senin (2/11/2026). Kawat tersebut dilepas kembali setelah uji coba selesai. (istimewa) 

Pemda DIY meminta kepolisian memperkuat koordinasi sebelum melakukan pengamanan di kawasan cagar budaya. Permintaan ini menyusul polemik pemasangan kawat berduri di Titik Nol Kilometer Jogja yang menuai beragam respons masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengapresiasi upaya kepolisian menjaga keamanan. Namun, ia menegaskan pengamanan di kawasan cagar budaya perlu mempertimbangkan karakteristik ruang publik dan melibatkan pihak terkait.

“Kami menghargai dan memahami tugas kepolisian untuk menjaga keamanan wilayah. Tapi memang ketika ini bicaranya di kawasan heritage, kawasan cagar budaya, saya kira ini menjadi berbeda,” ujar Ni Made, Selasa (3/11/2026).

Ia mengaku Pemda DIY belum mendapat pemberitahuan terkait pemasangan kawat berduri tersebut. Karena itu, koordinasi dinilai penting agar langkah pengamanan tidak memunculkan persepsi berlebihan di tengah masyarakat.

“Ke depan hal-hal yang seperti ini kita kuatkan koordinasinya. Sehingga ketika ada langkah-langkah persuasif yang dilakukan, ini kami bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin dianggap sebagai persepsi terjadinya penjagaan yang berlebihan,” katanya.

Ni Made juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan kawasan yang menjadi bagian dari Sumbu Filosofi Yogyakarta dan terhubung dengan Malioboro.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan ruang publik yang ramai dikunjungi warga dan wisatawan. Karena itu, tindakan preventif perlu dilakukan melalui koordinasi yang dapat diterima semua pihak.

“Ketika akan dilakukan tindakan preventif dan lain-lain, itu mungkin perlu ada koordinasi yang humanis, yang bisa diterima oleh semua,” ujarnya. (*)