
Sirene atau gauk Plengkung Nirbaya yang dikenal sebagai Plengkung Gading, Kota Jogja, mendadak berbunyi sekitar lima menit pada Sabtu (24/10/2026) malam. Bunyi sirene terdengar sekitar pukul 21.08 WIB, di luar waktu penggunaan biasanya.
Berdasarkan keterangan saksi berinisial AF, warga Patehan, Kemantren Kraton, sirene di atas Plengkung Gading berbunyi tanpa diketahui penyebabnya.
Setelah memastikan tidak ada keadaan darurat, AF berkoordinasi dengan pengurus kampung sebelum mematikan sakelar miniature circuit breaker (MCB) di bawah tiang sirene.
Dugaan sementara, sirene berbunyi akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis.
Kasihumas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, menjadi narasumber kepolisian dalam informasi kejadian tersebut.
Sirene Plengkung Gading diperkirakan dibangun sekitar 1930 pada masa kolonial Belanda. Saat itu, sirene yang dikenal warga sebagai gauk atau gaok digunakan sebagai alat peringatan bahaya, termasuk ancaman serangan udara.
Setelah lama tidak difungsikan, warga mengupayakan perbaikan hingga sirene kembali digunakan sekitar 2013. Kini, bunyinya antara lain menandai waktu berbuka puasa selama Ramadan dan peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI.
Karena lekat dengan momen-momen tertentu, bunyi sirene pada Sabtu malam di luar waktu biasanya menjadi kejadian yang tidak lazim. Saat sirene berbunyi, menurut keterangan saksi, tidak ditemukan keadaan darurat.
Penyebab pasti bunyi sirene tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan teknis. (*)













