
Dugaan praktik nuthuk harga kembali dikeluhkan wisatawan di kawasan Malioboro. Seorang pengguna Threads dengan akun @endahree mengaku membayar Rp 40 ribu untuk dua gelas es jeruk.
Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo berjanji segera mengambil tindakan.
“Saya akan segera bertindak,” tegas Hasto kepada wartawan, Senin (26/10/2026).
Hasto mengatakan, persoalan harga tidak wajar di Malioboro terus berulang sejak awal dirinya menjabat. Pemkot Jogja berencana memperketat pengawasan dan meningkatkan pembinaan terhadap pedagang, terutama yang tidak mencantumkan daftar harga secara transparan.
“Bagi kami tidak ada kata lain kecuali kami harus lebih kerja keras lagi untuk membina mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, mengimbau wisatawan membeli makanan dan minuman di tempat yang mencantumkan daftar harga, seperti pertokoan dan Teras Malioboro.
UPT bersama instansi terkait juga terus mengedukasi pelaku usaha agar memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.
Kronologi Keluhan
Dalam unggahannya, @endahree bercerita telah membeli siomay seharga Rp 10 ribu dan ketoprak Rp 15 ribu. Saat mencari minuman, ia mendatangi pedagang yang menyebut harga es jeruk Rp 20 ribu per gelas.
Ia mengaku mengira harga tersebut berlaku untuk dua gelas. Namun, setelah memesan dua gelas, ia harus membayar Rp 40 ribu.
“Bayangin lo beli makan 25 ribu, es nya 40 ribu. Es jeruk, sekali lagi es + jeruk biasa,” tulisnya.
Pemilik akun menyebut lokasi pedagang berada di deretan sebelah Pasar Malioboro atau gang seberang Raminten.
Pemkot Jogja sebelumnya menyediakan kanal pengaduan melalui WhatsApp 088111611888 untuk memudahkan wisatawan melaporkan keluhan. (*)













