Terik matahari bukan sekadar membuat tubuh gerah. Bagi pekerja yang berjam-jam berada di luar ruangan, paparan panas bisa berujung heatstroke atau sengatan panas yang tidak hanya menyebabkan kulit terasa panas namun dapat menyebabkan pusing, mual, hingga penurunan atau kehilangan kesadaran
Dinkes DIY meminta pekerja seperti buruh bangunan, ojol, pekerja jalanan, dan petani meningkatkan kewaspadaan. Kepala Dinkes DIY dr. Gregorius Anung Trihadi mengatakan walau hingga kini belum ada laporan kasus heatstroke di DIY. Namun, risiko tetap tinggi bagi mereka yang terpapar matahari dalam waktu lama.
“Kelompok pekerja yang terkena langsung paparan sinar matahari dalam waktu lama berisiko tinggi terkena heatstroke, misalnya pekerja bangunan, jalanan, maupun petani,” ujar dr. Anung pada Kamis (8/10/2026).
Gejala yang perlu diwaspadai. Pekerja yang mulai merasa pusing atau lemas saat berada di bawah terik matahari diminta segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat yang lebih sejuk.
Pencegahan bisa dilakukan dengan mengenakan pakaian longgar dan berwarna terang serta cukup minum agar tubuh tetap terhidrasi.
Di tengah udara panas dan kering, Dinkes DIY juga mewaspadai gangguan pernapasan akibat debu. Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) minggu ke-38 mencatat 13.677 kasus ISPA di DIY, naik 1.059 kasus dibanding pekan sebelumnya.
Fasilitas pelayanan kesehatan di DIY pun diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau panjang. Masyarakat juga diimbau memakai masker di tempat umum, menghindari debu dan asap, menjaga asupan bergizi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan. (*)














