
Ketergantungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terhadap pendapatan dari SPP mahasiswa masih sangat tinggi, mencapai 93–95 persen dari total pendanaan operasional kampus. Kondisi ini mendorong UAD memperkuat sumber pendapatan eksternal melalui pengembangan unit bisnis, salah satunya PT Adi Multi Teknologi (AMT).
Direktur PT AMT, Ir. Muhammad Faishal, mengatakan perusahaan yang dipimpinnya bergerak di berbagai bidang teknologi, mulai dari pengembangan perangkat lunak (software), layanan laboratorium, hingga komersialisasi produk inovasi riset dosen.
“Kami memiliki visi yang terukur secara profesional. Harapannya, perusahaan ini betul-betul bisa bangkit, maju, dan cita-cita saya perusahaan ini harus bisa jauh lebih besar dari UAD,” ujar Faishal saat peresmian PT Adi Multi Teknologi (AMT) di Kampus 4 UAD Yogyakarta, Kamis (10/9/2026).
PT AMT diluncurkan sebagai langkah strategis UAD memperkuat kemandirian finansial kampus berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Perusahaan ini hadir untuk menjawab kebutuhan industri terhadap jasa konsultasi teknologi, pelatihan, pengujian laboratorium, dan perdagangan.
Mengusung jargon “Transforming Knowledge Into Value”, AMT berkembang menjadi perusahaan teknologi multidisiplin dengan basis keilmuan dan dukungan pemegang saham profesional. Segmen yang dibidik meliputi industri, laboratorium, pembangunan infrastruktur, instansi pemerintah hingga korporasi.
Faishal mengatakan sejumlah proyek pengembangan software telah dan sedang berjalan, antara lain melalui kerja sama dengan SD Muhammadiyah Sapen, RS PKU, dan SMA Mu’allimin.
Di sektor laboratory services, PT AMT menyiapkan layanan laboratorium di lingkungan UAD untuk masyarakat umum secara profesional melalui Ahmad Dahlan Laboratory Services.
Pada bidang komersialisasi riset, PT AMT menggarap berbagai produk teknologi tepat guna hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista) di bidang pertahanan dan keamanan.
Salah satu produk unggulan yang dikembangkan adalah smart agriculture drone yang saat ini memasuki tahap pengerjaan (handling) dengan sejumlah perusahaan di wilayah Indonesia Timur.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengatakan PT AMT merupakan bagian dari Holding PT Ahmad Dahlan Multi Sejahtera yang kini membawahi sembilan cabang usaha.
Menurutnya, pengembangan unit bisnis penting untuk menopang pendanaan perguruan tinggi sehingga UAD tidak sepenuhnya bergantung pada SPP mahasiswa. Saat ini, kontribusi unit usaha dan penerimaan eksternal terhadap pendanaan operasional kampus baru sekitar 5–6 persen.
“Hampir semua universitas besar dunia memiliki accelerating enterprises untuk menghimpun dana abadi. Kita mendirikan unit bisnis ini memang untuk memperoleh laba (financial profit), bukan hanya academic benefit. Hasilnya nanti bisa dimanfaatkan untuk pengembangan kampus hingga peningkatan kesejahteraan pegawai,” jelas Prof. Muchlas.
Terkait produk teknologi pertahanan, Prof. Muchlas menjelaskan PT AMT tidak menjualnya secara langsung kepada konsumen akhir. Perusahaan bermitra dengan BUMN pertahanan seperti PT Dahana yang tergabung dalam konsorsium Defense ID.
Saat ini, produk drone bom karya UAD telah terserap sekitar 20-an unit melalui skema tersebut. PT AMT bersama PT Dahana juga sedang menjalani proses sertifikasi berupa uji terbang dan uji tembak agar produk alutsista buatan lokal tersebut dapat diekspor ke pasar internasional.
Selain menyasar pasar luar, PT AMT memanfaatkan pasar internal yang besar, seperti dosen, mahasiswa UAD, serta warga Persyarikatan Muhammadiyah.
Untuk memudahkan civitas akademika, PT AMT bekerja sama dengan Koperasi UAD menyediakan skema pembelian perangkat keras (hardware) dengan sistem angsuran.
Namun, Prof. Muchlas mengingatkan agar PT AMT tidak hanya bergantung pada pasar internal. Perusahaan tersebut harus berani berekspansi dan bersaing di pasar luar.
Sementara itu, Sekretaris BPH UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, memberikan apresiasi atas keberanian UAD meluncurkan PT AMT. Ia menilai kesulitan atau tantangan yang dihadapi kampus justru dapat menjadi pemantik lahirnya kreativitas dan inovasi.
“Proses kreativitas dan inovasi itu biasanya muncul ketika manusia dalam keadaan terdesak. Jangan takut dengan masalah, karena di balik kesulitan pasti ada kemudahan (inna ma’al ‘usri yusra). Kami sangat mendukung mimpi-mimpi besar ini agar PT AMT dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan bersama,” pungkas Irwan Akib.
Peresmian PT AMT ditandai dengan peluncuran resmi oleh Rektor UAD secara simbolis. Langkah tersebut menandai babak baru penguatan ekosistem bisnis dan riset di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. (*)













