Ketua Yayasan Little Aresha Bantah Alasan Pembedongan dan Mengaku Syok Saat Penggerebekan

0
3
Anita Palupy Indahsari (berkerudung hitam) selaku Kepala sekolah Little Aresha dan Diyah Kusumastuti selaku Ketua Yayasan saat memasuki ruang sidang di PN Yogyakarta. (zukhronnee muhammad)

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Diyah Kusumastuti selaku Ketua Yayasan mengaku syok dan tidak fokus saat mendapat telepon dari staf sekolah yang mengabarkan adanya penggerebekan di daycare.

Diyah menyampaikan hal itu saat memberikan klarifikasi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

Ia sekaligus membantah pernah mengatakan kondisi daycare yang sedang padat atau crowded menjadi alasan anak-anak dibedong.

“Pertama, saya merasa tidak (mengatakan hal tersebut). Yang kedua, kemungkinan saya juga lupa karena kondisi saya saat dikabari dari sekolah, saya juga bingung, syok, dan tidak fokus sama sekali waktu itu,” ujar Diyah di persidangan.

Diyah mengatakan saat menerima telepon tersebut dirinya sedang dalam perjalanan. Ia kemudian meminta izin kepada majelis hakim untuk mengklarifikasi percakapan telepon saat aparat melakukan penggerebekan.

Ketua Majelis Hakim Sunaryanto menyoroti jawaban Diyah yang sempat menyatakan lupa sebelum kemudian membantah pernyataan tersebut.

Diyah menegaskan tidak pernah menginstruksikan ataupun menyebut kondisi crowded sebagai alasan pembedongan anak.

Persidangan juga menghadirkan 10 saksi orang tua korban. IM, salah satunya, mengungkap perubahan perilaku putranya, B (4), yang baru diketahui pernah diikat ke engsel pintu di ruang gelap setelah penggerebekan daycare.

Saksi mengonfirmasi nama Anita sebagai Kepala Sekolah. Anita tidak keberatan, tetapi menegaskan tidak menangani operasional harian daycare cabang Selatan.

“Karena saya tidak pernah di Selatan, jadi yang urus yang di Selatan itu setiap hari bagian operasionalnya Yang Mulia. Tidak ada keberatan dari saya,” ujar Anita.

Dalam sidang, para pengasuh membantah keterangan terkait pemberian uang reward. Mereka menjelaskan tidak pernah menerima uang reward tersebut karena ditransfer langsung ke rekening Diyah. (*)