Bersiap Hadapi Lonjakan Wisatawan, ETLE Handheld Disiapkan untuk Penertiban Parkir

0
36

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menyebut lonjakan wisatawan di Kota Jogja saat libur Lebaran yang diprediksi meningkat hingga tiga hingga empat kali lipat dari proyeksi dasar 750–800 ribu orang. Antisipasi dilakukan melalui pengamanan lalu lintas ketat tanpa pengecualian.

“Secara angka proyeksi ada di 750 sampai 800 ribu orang, tapi praktiknya bisa 3 sampai 4 kali lipat karena Jogja menjadi tujuan utama staycation. Suka tidak suka, kita harus memastikan kenyamanan perjalanan bagi semua orang yang datang ke Jogja,” ujar Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, saat ditemui pada Selasa (17/3/2026).

Untuk mengurai kepadatan kendaraan pribadi, Dishub mendorong wisatawan menggunakan transportasi publik dan berjalan kaki. Wisatawan dari arah Solo maupun Purworejo disarankan memarkir kendaraan di titik luar, lalu melanjutkan perjalanan dengan KRL atau KA Prameks.

Kawasan Malioboro dinilai ramah pejalan kaki. Wisatawan diimbau memanfaatkan kantong parkir resmi di Menara Kopi, Ngabean, Beskalan dan Ketandan yang jaraknya hanya ratusan meter dari Maliboro dan dinilai ideal untuk berjalan kaki.

Penertiban parkir liar akan dilakukan tegas tanpa pengecualian, termasuk kendaraan dinas.

“Saya pesan ke teman-teman, kalau memang ada mobil saya pun sekalipun di situ (melanggar), silakan lakukan penertiban. Tidak ada privilege!,” tegasnya.

Dishub bersama Kepolisian menyiapkan skema teguran hingga penindakan melalui tilang ETLE handheld. Penertiban difokuskan pada titik rawan dengan marka larangan parkir dan rambu letter S. Pengawasan juga diperkuat melalui voice announcer di APILL serta penyebaran informasi kantong parkir berbasis QR Code.

Masyarakat dan wisatawan diminta bersabar menghadapi perlambatan arus di titik padat. “Jogja ini kota tujuan. Jika semua ingin ke Malioboro, tentu harus bersabar,” tutupnya.