Beredar Liquid Vape Seharga Rp5 Juta di Jogja, Ternyata Mengandung Narkoba

0
78
Petugas memperlihatkan cartridge yang berisi zat berbahaya. (zukhronnee muhammad)

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY membongkar peredaran narkotika modus baru yang menyasar kalangan “berkantong tebal” di Yogyakarta.

Barang haram tersebut dikemas sempurna di dalam cartridge liquid vape (cairan rokok elektrik), namun dibanderol dengan harga tak masuk akal: Rp3 juta hingga Rp5 juta per paket.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP DIY, Kombes Pol Trisaksono Puspo Adji, S.IK., M.Si., mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari pelacakan paket mencurigakan asal Jawa Timur yang masuk ke wilayah Jogja pada November 2025 lalu.

“Bentuknya cair, kemasannya sama persis seperti liquid vape biasa. Baunya pun samar. Ini tantangan berat bagi kami karena secara fisik sulit dibedakan,” ujar Trisaksono pada Selasa (23/12/2025).

Namun, kecurigaan petugas menguat saat melihat nilai transaksinya.

“Harganya fantastis. Satu botol kecil itu bisa Rp3 juta sampai Rp5 juta. Ini jelas bukan barang ‘receh’, ini liquid ‘sultan’ yang menyasar segmen khusus,” tegasnya.

Trisaksono menambahkan, berdasarkan uji laboratorium forensik, cairan tersebut mengandung zat narkotika jenis baru yang sangat kuat.

Ironisnya, zat tersebut baru saja resmi masuk dalam lampiran Peraturan Menteri Kesehatan sebagai Narkotika Golongan II hanya beberapa hari sebelum penangkapan dilakukan.

Di balik harganya yang selangit, ada ancaman kesehatan serius. Konselor Adiksi Ahli Madya BNNP DIY, Drg. Febriana Kusuma Dian, MARS, menyoroti bahaya di balik konsumsi liquid mahal ini.

“Ini bukan sekadar gaya hidup. Zat psikotropika di dalamnya memiliki efek yang menenangkan seperti ganja. Lalu menyebabkan ketergantungan yang sangat kuat bagi penggunanya,” jelas Drg. Febriana.

Ia menyayangkan fenomena anak muda yang kerap mencari jalan pintas atau self-medication menggunakan zat semacam ini dengan dalih kesehatan mental.

“Bukannya menjadi tenang atau healing, kesehatan mental justru akan makin runtuh bahkan menyebabkan kematian,” pungkasnya. (*)