Raja Keraton Yogyakarta Melayat PB XIII, Tegaskan Hubungan Dua Keraton Tetap Harmonis

0
116
Sri Sultan Hamengku Buwono X melayat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi di Sasana Parasdya Keraton Solo. (humas jogja)

Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, melayat jenazah Raja Keraton Kasunanan Surakarta Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi di Sasana Parasdya Keraton Solo, Selasa (4/11/2025).

Kedatangan Sultan bersama permaisuri GKR Hemas, keluarga, dan Penguasa Pura Pakualaman KGPAA Paku Alam X menjadi simbol kedekatan dua keraton Mataram meski terpisah secara politik dan administratif.

Rombongan dari Yogyakarta disambut keluarga besar Keraton Surakarta dan Wali Kota Solo Respati Ardi. Sultan HB X tampak mengenakan jas hitam berdasi abu-abu gelap saat tiba sekitar pukul 12.00 WIB.

Ia bersama keluarga besar keraton menundukkan kepala di depan peti jenazah PB XIII untuk memberikan penghormatan terakhir.

“Saya menyampaikan duka cita dan itu sudah saya sampaikan beberapa hari lalu. Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada halangan,” ujar Sultan HB X kepada wartawan di Kori Kamandungan.

Sultan berharap, sepeninggal PB XIII, Keraton Surakarta tetap tenteram dan proses regenerasi berjalan dengan baik.

“Semoga Keraton Kasunanan Surakarta aman-aman saja, nyaman-nyaman saja. Karena bagaimanapun kami bagian dari yang harus menjaga tradisi, baik di Surakarta maupun Yogyakarta,” ucapnya.

Meski mengaku tidak begitu dekat secara pribadi dengan PB XIII, Sultan menegaskan hubungan dua keraton tetap harmonis.

“Saya sekadar kenal beliau saja, tapi anak-anak saya banyak berkomunikasi dengan keluarga Keraton Solo. Jadi hubungan itu tidak tertutup,” katanya.

Menurut Sultan, jarangnya interaksi publik antara dua keraton lebih disebabkan kesibukan dan padatnya agenda kenegaraan.

“Momentum yang bisa dilihat publik sulit ditemukan karena sering kali waktu upacara bersamaan. Tapi komunikasi tetap berjalan,” tutur Ngarso Dalem.

Sebelum meninggalkan keraton, Sultan kembali menyampaikan doa agar Keraton Surakarta tetap langgeng dan menjadi bagian yang selaras dalam kehidupan berbangsa.(*)