Jogjess Bagikan Sembako dan Tebar Semangat Merah Putih di Jalanan

0
156
Pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu. (istimewa)

YOGYAKARTA – Lapangan Parkir Barat Monumen Yogya Kembali (Monjali) pada Selasa (12/8) siang itu dipenuhi pemandangan yang berbeda. Deretan truk berhenti rapi, benderanya berkibar merah-putih di bawah langit Yogyakarta, sementara para sopir truk dan anggota kepolisian bergotong royong mengangkat karung beras dan paket sembako.

Menjelang HUT RI ke-80, Paguyuban Sopir Truk Jogja Express (Jogjess) bersama Kepolisian Daerah (Polda) DIY menggelar aksi sosial—membagikan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu serta membagikan bendera Merah Putih untuk dipasang di setiap truk anggota Jogjess.

Bagi Ipda Gunawan Sri Kuncoro, Panit 3 Subdit 2 Ditintelkam Polda DIY, kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi. Ia melihat para sopir truk sebagai “mata dan telinga” di jalanan.

“Selain menjaga keselamatan, mereka berperan penting melaporkan potensi gangguan keamanan, seperti kemacetan akibat kecelakaan, jalan rusak, atau kejadian mencurigakan yang bisa menghambat distribusi barang,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, kerja sama dengan Jogjess menjadi istimewa karena komunitas ini memiliki jaringan kuat di seluruh DIY. Mereka bukan hanya pengemudi, tapi juga penjaga ketertiban di jalan. 

“Kami juga memberikan edukasi agar terhindar dari pelanggaran lalu lintas, termasuk soal muatan berlebih,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Jogjess, Supriyanto, mengungkapkan bahwa setiap anggota dibekali pelatihan berkala tentang keselamatan berkendara dan etika di jalan.
 

“Setiap perjalanan bukan cuma soal tepat waktu, tapi juga keselamatan semua pihak. Mengibarkan bendera di truk kami adalah cara sederhana namun bermakna untuk menghormati jasa pahlawan,” katanya.

Tak hanya itu, Monjali dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki makna sejarah yang kuat—simbol perjuangan rakyat Yogyakarta dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949. Dari titik ini, bantuan akan didistribusikan ke Gunungkidul, Kulon Progo Utara, Sleman, Bantul, dan wilayah DIY lainnya.

Ketua Jogjess Sleman, Ahmad Subarkah, menyebut aksi ini juga menjadi edukasi bagi pelaku ekonomi agar memiliki kepedulian sosial. 

“Kami siap menjalankan arahan Polda DIY demi menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Di Sleman saja ada 50 anggota dari total sekitar 400 anggota Jogjess,” ujarnya.

Siang itu, suara tawa, deru mesin truk, dan kibaran bendera menyatu. Sebuah perayaan kemerdekaan yang dimulai bukan dari panggung megah, melainkan dari jalanan—dari tangan-tangan yang setiap hari mengantarkan barang ke berbagai penjuru, sambil membawa pesan bahwa semangat Merah Putih selalu bisa hadir di mana saja. (*)