SMK Negeri 2 Wonosari buka suara terkait kasus asusila yang menyeret nama salah satu pegawainya. Oknum aparatur sipil negara (ASN) berinisial SMD (41), yang tertangkap basah warga saat berbuat mesum di ladang kawasan Piyaman, Playen, Gunungkidul, pada Jumat malam (18/7/2024), dipastikan merupakan tenaga administrasi di sekolah tersebut.
Humas SMK N 2 Wonosari, Solihin, membenarkan bahwa SMYD adalah pegawai aktif yang sudah lama bekerja sebagai tenaga usaha (TU).
“Iya benar, dia karyawan kami. Statusnya sebagai TU, bukan guru,” ujar Solihin saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (19/7/2025).
Pihak sekolah mengaku belum mengetahui secara detail kronologi kejadian memalukan yang sempat membuat geger warga Logandeng.
Solihin menyebut bahwa pegawai tersebut dikenal tertutup dan kurang bersosialisasi dengan rekan kerja.
“Orangnya agak aneh, tapi bukan kurang. Dia memang jarang berinteraksi dan tidak terlalu aktif dalam kegiatan sekolah,” ungkapnya.
Terkait langkah yang akan diambil pihak sekolah, Solihin menyatakan bahwa wewenang penanganan ada di bagian kepegawaian pemerintah.
“Kami masih menunggu arahan. Saya juga belum tahu pasti regulasi yang mengatur, apakah dari UU ASN, Pergub, atau Perbup,” katanya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB saat warga memergoki SMD bersama seorang perempuan dalam kondisi tanpa busana di sebuah di ladang jati.
Keduanya melarikan diri saat digerebek, meninggalkan dua sepeda motor yang kemudian diamankan warga.(*)














