
Polda DIY memulangkan 34 orang yang sempat diamankan saat kericuhan demonstrasi di kawasan Malioboro dan Gedung DPRD DIY, Rabu (28/10/2026) malam. Namun, LBH Yogyakarta masih menelusuri keberadaan 26 peserta aksi yang dilaporkan belum diketahui keluarganya.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, 34 orang tersebut telah menjalani pendataan dan pemeriksaan sebelum dipulangkan. Mereka dijemput keluarga masing-masing dengan pendampingan LBH Yogyakarta.
“Sebanyak 34 orang yang sempat kita berikan perlindungan pada saat kericuhan di Gedung DPRD DIY telah dipulangkan dan dijemput oleh keluarga masing-masing dan dari pihak LBH Yogyakarta,” kata Ihsan Kamis (29/10/2026).
Sementara itu, berdasarkan data pengaduan hingga Kamis (29/10/2026) pukul 18.00 WIB, LBH Yogyakarta menerima laporan 48 orang terkait penangkapan, penahanan, dan peserta aksi yang belum diketahui keberadaannya.
Direktur LBH Yogyakarta Kharisma Wardhatul Khusniah menyebutkan, 14 orang telah kembali ke keluarga, delapan orang diketahui ditahan polisi, sedangkan 26 orang lainnya belum diketahui keberadaannya.
LBH menegaskan, data tersebut masih berdasarkan pengaduan masyarakat. Hingga saat itu, lembaga tersebut juga belum memperoleh informasi resmi secara menyeluruh mengenai identitas dan keberadaan orang-orang yang dilaporkan.
Kericuhan bermula setelah demonstrasi peringatan Hari Sumpah Pemuda di kawasan Titik Nol Kilometer mulai membubarkan diri. Sekitar pukul 18.00 WIB, situasi memanas setelah sekelompok orang bergerak menuju Gedung DPRD DIY.
Kepolisian menyebut kelompok tersebut melakukan provokasi dengan melempar petasan dan kembang api. Aparat kemudian mengerahkan pasukan pengendali massa, kendaraan water cannon, dan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.
Pendataan peserta aksi yang ditangkap maupun belum diketahui keberadaannya masih menjadi perhatian LBH Yogyakarta. (*)













