
Gugup saat menghadapi final internasional hingga tanggung jawab menjaga penilaian tetap sesuai aturan menjadi sisi lain dunia olahraga prestasi. Cerita itu diangkat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY melalui siniar Ngobrasss, yang dirancang untuk mendekatkan olahraga kepada generasi muda.
Episode perdana menghadirkan atlet panjat tebing Sukmalintang Cahyani dan juri wushu internasional Vania Rosalin Irmanto. Keduanya berbagi pengalaman dari sudut pandang berbeda, yakni sebagai atlet dan juri.
Lintang, sapaan Sukmalintang Cahyani, mengaku tetap merasakan tekanan saat hendak bertanding di final, meski telah menjalani latihan bertahun-tahun.
“Ketika mau masuk dan bertanding di final, entah kenapa saya sangat gugup. Deg-degan sekali. Badan jadi lebih dingin dan sedikit panik,” ungkap Lintang saat peluncuran Ngobrasss di kantor KONI DIY, Jumat (23/10/2026).
Atlet berusia 22 tahun asal Kota Jogja itu mulai menekuni panjat tebing sejak usia sembilan tahun. Perjalanan selama 12 tahun membawanya meraih medali perak SEA Games Thailand dan menempati peringkat kedelapan Asian Games Nagoya.
Sementara itu, Vania yang pernah menjadi atlet dan kini berkiprah sebagai pelatih sekaligus juri wushu internasional, menyoroti perbedaan tanggung jawab di setiap peran.
“Kalau sebagai atlet, ibaratnya kita mengurus diri sendiri, bagaimana mengatur diri sendiri, berjuang untuk diri sendiri. Kalau pelatih, berbeda lagi,” kata Vania.
Sebagai juri, ia harus berpegang pada peraturan serta pemahaman teknis terhadap jurus yang dinilai.
Ketua Bidang Promosi, Media, dan Humas KONI DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan podcast ini menjadi upaya memperluas publikasi olahraga melalui media digital.
“Kami ingin kecintaan terhadap olahraga di DIY tumbuh sejak muda,” ujar Ditya.
Ngobrasss merupakan singkatan dari Ngobrol Asyik Sana-Sini Bareng KONI DIY. Program yang dipandu Alit Jabang Bayi ini direncanakan tayang rutin melalui kanal YouTube resmi KONI DIY.
Empat episode disiapkan untuk tayang pada Oktober–Desember 2026. Ke depan, program ini berpeluang dikembangkan melalui kolaborasi dengan KONI kabupaten dan kota se-DIY.
Lewat program ini, KONI DIY ingin memperkenalkan bahwa olahraga prestasi tak hanya tentang atlet, tetapi juga melibatkan pelatih, juri, dan unsur pendukung lainnya. (*)













