Abu Vulkanik Anak Krakatau Belum Terdeteksi di DIY, Warga Diminta Tak Percaya Narasi Medsos

0
3
Tangkapan layar aplikasi pemantau abu vulkanik berbasis web buatan Tri Purnomo Aji. (https://abu.cikoytew.my.id/)

Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Senin (7/9/2026) belum terdeteksi mencapai Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan radar pemantauan abu vulkanik tidak mendeteksi adanya sebaran abu di wilayah DIY.

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso kepada wartawan mengatakan pihaknya juga tidak menerima informasi mengenai abu vulkanik Anak Krakatau yang telah mencapai DIY.

“Tidak ada info terkait hal tersebut. Dari radar abu kami juga tidak terdeteksi,” kata Agus.

BPPTKG juga tidak mendapati adanya hujan abu Merapi yang berkaitan dengan kabar tersebut.

Hal senada disampaikan BMKG Yogyakarta. Prakirawan Stasiun Meteorologi Yogyakarta Bhakti Wira Kusumah mengatakan, berdasarkan citra satelit hingga pukul 13.00 WIB, sebaran abu vulkanik di Jakarta sudah tidak terdeteksi.

Sebaran abu masih terjadi di sebagian Banten dan Jawa Barat bagian barat daya. Sejumlah wilayah Sumatra, termasuk bagian barat Lampung, juga masih berpotensi terdampak.

Sementara untuk Jawa Tengah dan DIY, belum terdeteksi adanya pengaruh sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

“Sangat minim (ke DIY), sampai saat ini dari pantauan citra satelit,” ujar Bhakti.

Narasi mengenai abu Anak Krakatau yang disebut telah mencapai DIY sebelumnya ramai beredar di media sosial.

Adapun pembatalan atau penyesuaian sejumlah penerbangan dari dan menuju Yogyakarta tidak otomatis berarti DIY terpapar abu vulkanik. Penyesuaian penerbangan dapat terjadi karena keterhubungan rute dengan wilayah atau bandara lain yang terdampak.

Otoritas bandara di wilayah Yogyakarta juga telah melakukan paper test untuk mengantisipasi kemungkinan paparan abu. Hasilnya negatif.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengecek informasi melalui kanal resmi BMKG, PVMBG, dan BPPTKG. (*)