Donatur Pelarian Pelaku Pembunuhan di Depan SMA 3 Jogja Diburu, Polisi Kantongi Identitas Empat DPO

0
5
Para tersangka melakukan rekonstruksi pembunuhan di Mapolresta Jogja. (istimewa)

Satreskrim Polresta Jogja membongkar adanya pihak yang diduga menjadi penyandang dana pelarian para pelaku penganiayaan maut terhadap seorang anak di depan SMA Negeri 3 Jogja.

Selain memburu tiga pelaku utama, polisi kini mengejar seorang pemuda bernama Taufik yang diduga membiayai pelarian para tersangka ke luar daerah.

PS Kanit Unit 3 Satreskrim Polresta Jogja Ipda Gara Purba mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, Taufik yang masih berada dalam lingkaran pergaulan para pelaku menyediakan biaya operasional selama pelarian ke Cilacap, Jawa Tengah.

“Dari proses pelarian ke Cilacap, ada pihak yang membiayai operasional seperti menyewa mobil dan memberikan uang saku sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per orang. Pendana utamanya adalah Taufik dan saat ini masih dalam proses pengejaran,” kata Gara usai rekonstruksi, Selasa (7/7/2026).

Kasus yang sempat viral karena terekam kamera CCTV di sekitar Jembatan Kewek hingga depan SMA Negeri 3 Jogja itu melibatkan sembilan orang. Hingga kini polisi telah menangkap lima tersangka.

Tiga di antaranya merupakan pelaku yang terlibat langsung dalam peristiwa penganiayaan, sedangkan dua tersangka lain, Septian alias Tian dan Fazel, diamankan di Cilacap karena diduga membantu memfasilitasi persembunyian para pelaku utama untuk menghindari kejaran polisi.

Sementara itu, tiga pelaku utama yang masih berstatus DPO ialah Martino alias Tino, Maja, dan Farel. Polisi memastikan identitas keempat buron, termasuk Taufik, telah dikantongi dan pencarian dilakukan bersama Tim Resmob serta Jatanras Polda DIY.

Dalam rekonstruksi yang memperagakan 19 adegan, polisi mengungkap peristiwa bermula dari aksi saling pandang di Jalan Magelang yang berujung saling tantang. Tidak ditemukan adanya janji tawuran maupun konflik antargeng.

Aksi kekerasan memuncak di depan SMA Negeri 3 Jogja saat korban terkena satu sabetan senjata tajam di dada kanan. Meski sempat dievakuasi menggunakan ambulans milik gereja, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Polresta Jogja memastikan proses hukum terhadap lima tersangka yang telah ditangkap tetap berjalan. (*)